#95 Misteri Lampu

Misteri Lampu

Gedung parlemen, rumah bangsawan dan villa-villa kuno masih sangat kokoh dan tegar berdiri meliputi sekitar area ditempat kami menginap, warna putih pucat dan tendensi kecoklatan tak begitu jelas apakah dulunya berwarna putih atau krem. Dari bagian dalam dinding tembok tebal terbuat dari batu alam ciri ciri bangunan kuno di Napoli pada umumnya selain dijaga historis dari bangunan tersebut pemerintah setempat mengubah idea pungsi gedung dan villa tersebut daripada kosong dan dijual atau di sewakan misalnya untuk dijadikan; hotel, bank dan butik eklusif.

Siang hari kami keliling kota Napoli dan tentu dengan naik bus Hop On / Hop Off perjalanan cityseeing menjadi singkat dan hemat banyak tenaga. Napoli masih menyimpan banyak cerita sejarah Italy kuno yang beragam khas yang menarik wisatawan di sepanjang jalan dan ruang. Hal ini sangat kental kemiripannya dengan kota Rome.

Bisa jadi hotel yang kami tempati kali ini dulunya juga merupakan gedung parlemen yang disulap menjadi hotel bintang 4, walau posisi hotel dekat sekali dengan main station Napoli dan bisa di bilang sangat bising oleh kendaraan bermotor akan tetapi ketika jendela ditutup maka yang terdengar pelan hanya suara AC dan itu sama sekali tidak mengganggu kami. Tapi saya terbangun dua kali malam itu oleh karena selimut saya ada yang tarik dan kedua kali kaki terasa di tendang namun saya tak merasa takut sebab saya kira itu ulah suami. Paginya ketika saya bertanya, ‘’ kamu tarik selimut & tendang kaki ya?’‘ dia menyangkal. ‘’Hhhhmmm kalau bukan kamu siapa dong?’’

Gedung kuno berubah pungsi – hotel bintang 4

Malam berikutnya ketika sedang menonton film dokumentar tentang UFO di TV yang saat itu di tayangkan saya tertidur selagi film itu berjalan. Entah jam berapa saya terbangun dan ingin membetulkan selimut karena Ac yang dingin saya membuka mata dikegelapan ketika saya berbalik ke kiri saya sedikit heran ada lampu bersinar redup tepatnya dari sisi samping suami yang sudah lelap, lampu redup tsb mengarah ke bagian kaki, sebab itu saya merasa heran karena suami tidak suka lampu saat tidur tapi dengan sedikit cemas saya tak berani menengok dari mana lampu itu berasal. [samping tempat tidur suami ada pintu tembusan dari kamar sebelah] tetapi setahu saya tembusan itu terkunci dan dengan sengaja sudah saya halangi oleh koper saya yang berat. Sambil pejamkan mata saya coba menebak dari mana asal lampu tersebut, akhirnya saya pun tertidur kembali. Dan selang beberapa menit saya terbangun lagi tapi lampu pudar itu sudah hilang kamar gelap gulita yang terlihat hanya tombol AC [On/Off] merah menyala, sayapun membalikan badan kekanan arah jendelah dan kembali tidur.

Ketika sarapan pagi saya bertanya apakah suami menyalahkan lampu [seperti lampu hp], redup agar saya tidak kegelapan, suami menyangkal & tak percaya lampu redup yang saya lihat semalam, dia beranggapan saya cuma mimpi atau lampu itu refleksi dari koridor yang masuk dibawah pintu. Tentu saya membantah hal itu dan mengulangi cerita kejadian tentang kaki saya yang di tendang, lalu suami menjawab bisa jadi dia yang menendang kaki saya semalam [tanpa ada rasa salah].

Continue..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s