Misteri Gunung Hutan Pinus

Misteri Gunung Hutan Pinus

Tujuan kali ini adalah alpine garden yang terletak di puncak gunung Schynige Platte 2067m setelah membeli tiket online saya segera menanti kereta zahnradbahn (rack railway) yang akan membawa semua visiter naik keatas. Masih dalam suasana kewaspadaan dengan isu covid 19, tampak terlihat kerumunan pariwisatawan maka sulit untuk menjaga jarak 1.5 meter tapi sebagian orang tetap berusaha menggunakan masker begitu pun kami.

Zahnradbahn

Ketika masuk ke dalam barisan gerbong masih kosong dan kita berdua bisa duduk berhadapan kemudian masuk satu couple dengan seekor anjing dan mereka duduk di samping kanan saya, lalu masuk lagi dua penumpang senior dan duduk di samping kiri suami. Jarak duduk antara sisi penumpang hanya terpisah tigapuluh sentimeter, kita semua tidak ada pilihan lain sebab di luar masih banyak orang antri untuk masuk gerbong kereta. Berpikir positif paling tidak penumpang di tempat kita duduk smart-people semua pakai masker.
BACA JUGA Edinburgh Skotlandia Pengalaman di kota Chur-Graubunden Locarno City

End station – schynige platte

Selalu membiasakan membaca Doa sebelum melakukan perjalanan dan zahnradbahn mulai bergerak naik perlahan lahan menuju ketinggian 2067M diatas laut layaknya turis pertama kali ke alpin ini, saya coba fokus untuk ambil jepretan jitu, ketika kereta dalam ketinggian seribu meter dan baru masuk ke hutan pinus tiba tiba saja saya tersedak dan batuk batuk yang tak dapat saya tahan sama sekali, saya berusaha mengontrol batuk saya agar tidak kepanjangan dan otomatis menutup hidung dan mulut saya yang sudah pakai masker jelas udara yang masuk agak berkurang tapi sesudah itu batuk berhenti, lalu tangan saya lepas tapi 20 detik kemudian batuk batuk lagi selama beberapa saat, saya memperkirakan batuk tiba-tiba tersebut asalnya dari bulu anjing yang selalu gelisah selama kereta menanjak naik dan berlindung dibawah kaki majikannya atau bisa jadi saya terdesak dari permen mint yang ada di mulut yang saya isap sebelum masuk gerbong, maka saya tutup kembali dengan tangan dan mencoba relax.

Kereta menikung dan keluar dari hutan pinus melaju naik di alam terbuka batuk pun lenyap dan terpampang di depan saya view cantik sekali, kereta kita masih melaju perlahan dan tampa terasa sudah di ketinggian 1700 meter dan sebentar lagi akan tiba di end station. BACA JUGA Istana Tua Prince Gruyeres – Fribourg, Kokoh Dan Terawat

following beautiful panorama

Sesudah tiga jam setengah menikmati pemandangan di atas puncak alpin yang aduhai indah kita turun kembali naik kereta dan ketika turunan memasuki hutan pinus saya mulai batuk batuk tak tertahankan tapi saat itu saya belum menyadari kalau saya ada di posisi lokasi sama seperti saat saya batuk pagi tadi. Kali ini di gerbong saya tidak ada anjing dan saya tidak makan permen, saya tahu ada yang aneh karena cuma saya yang ngalaminya. Segera saya perhatikan lingkungan sekitar hutan… menengok seram karena posisi di sisi jurang yang ditumbuhi pohon pinus liar, diluar dari pada itu saya lihat tampak biasa saja dan tak ada yang janggal so batuk batuk ini bisa jadi di sebabkan udara hutan yang kering dan berdampak aneh untuk tenggorokan saya untung kereta tetap melaju turun dan tidak berhenti di sekitar situ. Nah misteri-nya kenapa penumpang lain tidak merasakan perubahan di sekitar hutan pinus dan kenapa dalam perbedaan waktu (pagi – siang) saya batuk batuk di spot yang sama .

Iklan

Tinggalkan Balasan