Kapan Wisatawan Bisa Masuk Swiss?

Masih dalam suasana covid-19 yaitu kita masih di amanatkan untuk menjaga jarak dan menghindari pertemuan maka kemarin itu schedule saya yang pertama kali untuk kontrol kesehatan dan ke dokter gigi yang sejak tiga bulan lalu cancel. Memasuki ruang praktek setiap dokter dan susternya menerima pasien dengan tidak berjabat tangan dan mereka menggunakan masker pula, sebelum kita memasuki ruang dokter maka suhu kita akan di periksa suster terlebih dahulu dengan alat thermometer di telinga.

Sisa hari jika saya kebetulan lagi di kota Zurich biasanya saya berkeliling keluar masuk gedung pertokoan atau janjian dengan teman tapi kali ini terpaksa saya hanya putar putar sendiri karena kita memang belum di ijinkan untuk kumpul ramai di tempat umum atau di rumah. Saya memperhatikan area kota yang biasanya padat dengan turismus, line tram di batasi jalanan jadi sangat sepi tapi walau begitu saya masih melihat kehidupan lalu-lalang orang lokal yang produktif nya ada di sekitar kota.

Lebaran kita belum dapat jalan jalan terlalu jauh karena belum semua Lokasi publik di buka, maka esoknya untuk refreshing dan mencari makan kita pergi ke gunung Säntis di willayah St.Gallen sampai disana saya melihat untuk naik cable car keatas puncak ketinggian masih verboten jadi sebagian pengunjung tidak bergerombolan seperti biasanya, mereka duduk berhadapan tidak lebih dari empat dan lima kepala baik itu di luar taman bebas yang luas dan di restauran kita patuhi aturan pemerintah.

Sesudah berjalan kecil keliling dibawah kaki gunung saya pun akhirnya lapar dan order menu ikan favorit yang di kenal “fischteller” yaitu gorengan ikan danau local yang di garnis mix salat segar.

Setelah dapat beberapa photo cantik pemandangan kita berangkat pulang dan saya jadi penasaran sekali kapan nih saya dapat terbang ke Indonesia karena sudah kangen sekali ketemu keluarga dan ponakan ponakan saya yang mungkin sekarang sudah lebih tinggi dari saya Lol.

Menurut teman besar kemungkinan kita harus tunggu tahun depan baru bisa terbang ke wilayah Asia.. Hhmm saya berpikir lama juga ya sudah dua kali saya batal terbang ke Jakarta dengan alasan lain dan tahun ini rencana pulang malah tidak bisa terbang, sedangkan liburan ke gunung bulan maret juga dibatalkan so kita semua bisa stuck di negeri keju ini tapi saya tidak mau pesimis dan sambil tetap mencari tahu info terbaru bagi kita yang ingin ke luar negeri saya juga ingin tahu kiranya kapan wisatawan luar di perbolehkan terbang ke Switzerland. Saya berusaha mencari berita yang akurat sejauh mana keseriusan isu covid-19 ini di negara Swiss nah ketika tanya suami saya di sarankan agar mengambil infonya langsung dari website “Bundesamt für Gesundheit BAG” (Federal Office Of Public Health).

Tertulis tanggal 19.05.20 bahwa dari seluruh warga Swiss ada 30,600 orang hasil tes positip tertular virus korona dan dari yang terinfeksi itu sekitar 1800 orang meninggal dunia di duga sebagian besar yang meninggal adalah orang tua yang rentan sakit serta pasien panti jompo. Alasan penyebab kenapa banyak orang yang meninggal dari katagori demikian masih belum diketahui benar kenapa dan para ahli medis masih mengadakan menelitian.

Sedangkan berita lokal minggu lalu menyatakan kasus terinfeksi baru covid-19 sekitar limabelas orang, jumlah yang sangat minim dan itu sangat melegakan kami semua bahwa sistem yang kita pakai di Switzerland sangat efektif untuk menindas serendah rendahnya penularan virus corona. Maka terpikir bagaimanakah jika pariwisatawan kembali memasuki negara dan apa tindakan dan peraturan yang akan di terapkan pemerintah setempat, kemungkinan akan ada peraturan baru yang harus di patuhi. Perdebatan itu terdengar silih berganti diantara warga lokal memberikan suara mereka ke pihak wartawan.
Karena tempat tempat publik mulai di buka satu persatu dan tentunya sebagian warga mengharapkan agar semua orang diwajibkan pakai masker tapi argumentasi ini tidak begitu di setujui menurut pemerintah pakai masker tidak di haruskan karena setiap individu mempunyai tanggung jawab atas keselamatan dirinya dan keluarga mereka.

Akan tetapi yang pemerintah anjurkan:
– Agar tetap menjaga kebersihan dan menjaga jarak serta tidak berjabat tangan / pelukan kepada pihak luar di konferensi atau bertamu.
– Pakai masker jika jaga jarak tidak mungkin. Hal ini disarankan bagi traveler / penumpang yang tidak bisa menjaga jarak dua meter (padat) dalam perjalanan mereka seperti di kereta, tram, kapal dan pesawat.
– Pertemuan di ruang terbuka / publik tidak lebih dari 30 kepala.
– Konferensi, show, exhibition, dll baru di ijinkan dalam jumlah 300 orang.

Sedangkan berita untuk pariwisata dari luar pelonggaran pintu gerbang perbatasan katanya di mulai pertengahan juni 2020 dan itupun tidak untuk negara yang masih dalam zona merah. So tiada lain kita yang tinggal di Switzerland tentu saja sedikit lega mendengar kabar baik itu karena paling tidak mereka dapat pergi libur ke gunung atau seputar negara di saat libur sekolah dan summer holiday.

Kapan wisatawan bisa masuk Swiss ? Ya, mudah mudahkan saja kita semua dapat bergerak lebih bebas kembali dalam waktu dekat dan pariwisatawan dari negara jauh dapat segera mengunjungi Swiss dan wilayah schengen begitu pun sebaliknya untuk yang tinggal di Swiss dapat traveler keluar negara atau pulang kampung.

Semoga info yang saya share ini membawa manfaat dan mohon pengertiannya jika ada salah ketik dan penjelasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s