Telor Asin Home Made

Telor Asin Home Made

Bulan lalu saya dapat limabelas telor bebek segar dari teman. Baru minggu kemarin dapat merasakan telor asin lagi sejak sepuluh tahun he he he.. gembira sekali saya karena expriment pertama telor asin sukses makyusssss banget.

Membuat telor asin sendiri mana pernah terpikir mengingat cara pembuatan tradisional begitu ribet tapi sejak ikuti media sosial resep yang tadinya belum tentu saya bisa buat sekarang menjadi gampang atas kreativitas penulis bloger dan youtuber membuat saya suka berexperiment di dapur dan tentu tangan tangan ini menjadi lebih lincah dan rajin mempraktekkan resep resep tersebut.
Jika saya balik berpikir limabelas tahun lalu susah sekali memcari resep enak dan bahan baku dari Asia terutama yang berasal dari Indonesia… saya harus nunggu berbulan bulan untuk dapatin buku resep dari Jakarta atau paling mudah minta resep via SMS dari bunda almarhumah, tapi kurun waktu kedepan untung deh resep resep lecker mudah di dapat dan sedikit demi sedikit produk produk Indonesia mulai di kenal orang Swiss hingga memudahkan kita yang doyan olahan selera nusantara hE hE hE…

Menurut saya resep telor asin home made ini mudah sekali di terapkan bagi yang tinggal di negara orang dan hasilnya sangat memuaskan. Pertama beli telor bebek segar, lalu cuci bersih dan kulit luar hati hati disikat pakai sikat gigi baru atau amplas halus. Kalau saya pakai sikat pungsinya untuk membersihkan kulit telor saja.

Masukan hati hati telor ketoples (satu toples muat 7 – 8 butir tergantung ukuran telur itu) yang akan dipakai sebagai wadah penyimpanan selama permentasi kemudian masukan air garam. Takaran garam dan air tergantung seberapa besar toples/wadah dan berapa banyak telor yang mau di permentasi jadi telor asin.

Takaran yang saya pakai untuk empatbelas butir telur bebek adalah:
125g garam
1.5l air
Kedua bahan itu saya campur dan aduk aduk sampai garam cair kemudian masukan kedalam toples berisi telur isi secukupnya atau 3/4 toples penuh, masukan bumbu dapur jika suka, baiknya air tidak boleh penuh diatas leher toples sisakan ruang untuk penahan, agar telor tidak ngapung. Tutup toples dan simpan selama duapuluh lima hari di suhu ruang hangat lalu tutupi dengan serbet hitam agar tidak terkena cahaya terang.

Dua cara: Saya pakai air keran yang dapat di minum kemudian di campur garam. Sedangkan teman saya memasak air dan garam terlebih dahulu. Hasil telor asin dengan kedua cara tersebut berhasil dan sama sama eeeeenakkk. Variasi bumbu bisa pakai yang kita sukai dan telor asin kesukaan saya dengan rasa bumbu bawang putih, lada hitam dan daun salam 😉 Makyussss deh..

Foto dibawah ini satu telur yang tidak saya rebus dan ingin melihat hasil saat di goreng ceplok, cantikan warnanya kuning keorange nan..

Info.

Menurut saya air kran di Swiss lebih sehat dan lebih segar jika saya bandingkan dengan air botolan yang kita beli (hemat biaya, listrik dan waktu) sebab itu air tidak saya masak terlebih dahulu seperti teman saya. Air kran Swiss dapat di minum langsung tampa harus di masak kecuali untuk bikin kopi dan teh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s