Liburan di Pafos Island

Liburan di Pafos Island

Cyprus (Siprus) negara yang terbagi dalam beberapa wilayah, kunjungan kita kemari ingin melihat keindahan pulau nama Pafos. Dari kota Zürich kita naik pesawat Swiss air dan akan landing di pulau Larnaca salah satu dari tiga airport publik milik Cyprus, setibanya di airport kita mencari tempat jemputan jika Anda pertama kali kesana lebih baik waspada dan perhatikan penjemputan yang membawa kita ke hotel.

Kita menyamperi seorang ibu yang berdiri tidak jauh dari pintu keluar, di lihat dari seragam menunjukan ia bertugas untuk menyambut tamu kedatangan, perempuan setengah baya itu berbicara dengan bahasa inggris fasih dan ia memberikan nomor bus-tour yang akan membawa kita ke hotel. Mungkin melihat raut wajah saya yang kurang yakin ibu itu sekali lagi menjelaskan bahwa nomor bus yang di berikan menuju area hotel-hotel kita menunggu di parkiran dan harus menunggu sekitar lima belas menit sampai semua tamu tiba dan dia pun menekankan agar kita tidak naik ke nomor bus  lain walaupun kedengaran arah tujuan sama tapi beda rute dan itu akan menghambat pengaturan perjalanan, tuturnya. Tips ini saya ingat.

Kita ucapkan terima kasih dan mencari bus yang disebut, bapak driver sudah menunggu dan segera mengambil bagasi besar kita dan membuka pintu mini-bus itu, saya segera masuk dan melihat di dalam sudah ada empat pasangan dan dua anak-anak, di tambah dengan jumlah kita, mini bus itu sudah hampir penuh. Sepuluh menit kemudian datang satu couple yang lebih muda-an, bapak driver ramah tapi tidak banyak bicara sepertinya sih itu sudah bawaan sifat penduduk local yang pendiam.

Dari Larnaca tujuan ke Pafos seingat saya hampir dua jam kita melawati jalan panjang tampa ada tanda kehidupan di jalan tol tersebut. Penduduk Siprus sedikit menurut guide-tour yang ramah banget, katanya generasi muda dan jaman setara orang tua mereka puluhan tahun sebelumnya telah meninggalkan Cyprus dan pindah ke perbatasan Turki atau Italia, oleh karena jeleknya perekonomian di negara sendiri dan sistem politik yang tidak menunjang kehidupan sebagian besar warga Siprus.
Apa yang menyebabkan negara ini menjadi miskin? korupsi.. atau penyebab perang dunia dan perang antar saudara kah?

Selama perjalanan menuju kota ke kota lain di pulau ini kelihatan sunyi saya lihat sebagian besar lahan kosong dan kering dan banyak rumput liar dan pohonan tak berbuah. Bagaimana mungkin sebuah negara yang konon telah menjadi pusat perhatian dan transit para raja Romawi dan sultan Arab kini membentuk sebuah negara hampir tak berhuni.

Banyak penyebab yang membuat negara Siprus jatuh dan perang saudara juga sangat mempengaruhi kerusakankan negaranya, dimana dahulu sering ada penangkapan dan pembunuhan jika di ketahui ada perbedaan etnis dan agama. Untungnya Siprus sekarang aman dan mereka sebagai penduduk local dapat membaur kembali dengan pendatang yang sudah lama menetap di Siprus dan respek satu sama lain dengan perbedaan yang mereka miliki (etnis dan religion) dan mereka bisa sama sama berkonsentrasi meningkatkan perekonomian keluarga dan perkembangan negara, (tutur ibu-guide). Cerita tersebut mengingatkan saya ada kemiripan dengan cerita negara-negara yang masih berkembang.

Saya sangat lega telah mengambil tour-guide dari hotel karena informasi yang di jelaskan dan rute-tour sesuai yang kita inginkan dan juga tidak terlalu padat program dan andai ingin sewa mobil setir sendiri pastikan kita bisa baca maps sebab diluar iklim sangat panas bisa 35°c – 47°c derajat, mobilnya mogok pasti repot.

Empat perbedaan yang saya bandingkan antara kehidupan di perbukitan, padang luas yang terik dan kehidupan kota dengan kehidupan di pesisir pantai sangat berbeda sekali. Ketika kita tiba di areal pariwisata kota Pafos yang berposisi di pinggiran laut dan juga dekat harbour maka atmosfir itu berubah saya tidak merasakan kepanasan dan kehausan, angin sejuk dari pantai membiar dan menyelamatkan rasa dahaga. Panorama yang di janjikan tidak bohong, laut luas bersih aman untuk renang dan suasana begitu familiar dan sangat tenang meskipun saya melihat banyak turis dewasa dan anak-anak berlarian di sekitar pantai atau berbincang-bincang saya tidak merasakan kebisingan.


Dua minggu di Siprus selain kota Pafos kita visit kota Limassol, Omodos dan desa kecil lain dimana penduduknya benar-benar sedikit mirip dengan ulasan saya di atas dan tanah disana memang agak susah air jarang turun hujan hingga musim kemarau mereka harus irit air dan hanya tanaman tertentu yang bisa bertahan seperti pohon olive yang robust. Akan tetapi dengan kemajuan jaman teknologi alhasil petani-petani yang masih bertahan disana memutuskan memanfaatkan lahan yang kosong dan tidak mengandalkan buah olive dan gandrum saja sebagai income, mereka mulai bercocok tanam buah-buahan dan sayuran import agar bisa di kembangkan dan disalurkan untuk kebutuhkan hoteleri dan gastronomi serta memasarkan di supermarket sehingga dengan waktu meningkatkan perekonomian mereka dan generasi baru, itu-lah tantangan hidup yang mereka sedang atasi di luar dari politik menurut ibu-guide. Good luck.


Perjalanan yang sangat menarik lagi ketika kita tiba disebuah perkebunan buah disana kita di sambut dengan minum air juice segar dari kebun dibelakang rumah petani dan kita bisa metik dan membeli buah yang sudah ranum. Kemudian kita bersama rombongan lain dibawa oleh guide -tour menemui rumah penduduk melihat kehidupan di atas bukit dan menikmati ciri khas masakan local, (lihat foto).

Bagi pecinta Arkeologi di Pafos masih banyak pencarian bukti-bukti sisa kejayaan Siprus dan bagian Romawi yang dahulu pernah menduduki negara ini selain kerajaan Romawi yang memperluas wilayah jajahannya negara ini juga di minati oleh bangsa Arab, Persia dan Rusia terbukti dari benda lain serta karya seni ubin dan tembok mosaik yang ditemukan pada jaman masa itu.
Kehendak Tuhan dan alam mesta, gempah besar di perkirakan terjadi pada jaman besi kerajaan Constantia 332 f-c telah menghancurkan dan menguruk kehidupan di masa itu dan menelan rata benteng dan koloseum dan istana mega kemudian menyulapnya menjadi tanah kering bebatuan, (jadi ingat lagu Ebiet G.Ade).

Kesimpulan dari akhir tulisan Siprus negara yang masih berkembang dan menarik untuk di kunjungi selain keindahan kota dan lautan, Siprus punya landscape berbeda, arsitektur unik kemudian sistem perairan kalau tidak salah ada dua sistem (dimana pemerintah setempat membantu penyaluran air di musim kemarau) dan Siprus punya beribu historikal yang masih tersimpan dalam purukan tanah yang belum usai di gali.
Terus bagaimana dengan cerita Aphrodite sang dewi cinta (mitos yang di ceritakan ibu-guide saya lupa), tapi dari atas jalan raya saya melihat (sang dewi) menurut mitos tersebut, berupa objek batu karang dan masih berdiri di bawah pesisir pantai dan mungkin hampir terkikis ombak.

Kesimpulan lain di negara ini “is pure vacation atmosphere“, pilihan penginapan di Pafos bervariasi, penduduk ramah kota sentrum-nya keren, tidak ada penjual yang mengganggu (intrusive sellers ), kendaraan umum / bus yang on-time dan taxi dengan harga murah tapi kalau tahan panas enak juga jalan kaki menuju harbour untuk hunting makanan yang enak-enak termasuk see food.

 

2 pemikiran pada “Liburan di Pafos Island

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s