Batik Lawas Oma

Batik Lawas Oma

Di tulisan ini saya ingin menjelaskan latar belakang asalnya batik dari photo di featured Image, ya itulah batik tulis dari oma yang saya dapatkan melalui perantara anak perempuan-nya yaitu tante saya (bunda) yang sejak empat tahun lalu juga pergi meninggalkan kita semua.

Terakhir yang saya ingat tentang Oma (almarhuma) hanya dari photo album tua yang di simpan bunda di lemari kayu tempat menyimpan barang-barang kesayangannya. Peninggalan yang di berikan bunda ini sangat berarti buat saya, walaupun sebetulnya batik lawas ini cuma di simpan dan menjadi bagian dari koleksi batik-batik saya namun di balik itu semua, batik ini memyimpan old-storie yang tidak pernah saya ketahui maka saya senang memilikinya dan kadang jika saya rindu kepada mereka berdua (oma & bunda) saya keluarkan batiknya dari kemasan plastik dan mencium khas bau dari batik tersebut. Saya tidak tahu kapan terakhir bunda mencuci batik-batik itu tapi anehnya setiap kali saya mencium-nya dan merasakan kain di tangan saya ini serasa seperti masih baru so dengan berhati-hati saya mengelus serat kain-kain batik itu saya mengagumi perancang batiknya dan juga kain batik tersebut karena berasal dari oma dan bunda.

Sepertinya bunda dan oma menyukai kain batik tulis dan mempunyai hobi yang sama. Senang berpakaian rapih, peduli pada banyak orang, senang bekerja dan mandiri serta tidak mengandalkan suami.

Menurut bunda, oma tipe wanita pekerja keras bersaing di bidang proferty antara lawan jenis yang mana pada jaman itu masih sedikit perempuan boleh bekerja, saya tidak dapat membayangkan betapa keras kehidupan dahulu sebagai wanita yang selalu dianggap lemah dan hanya pantas mengurus rumah tangga saja. Pada masa sebelum kemerdekaan RI, dalam beberapa hal wawasan dan tindakan oma merupakan figur modern dan berpikiran secara rational tapi sedikit konservatif dalam hal berbusana dimana pada jaman itu banyak kaum ibu sebaya bergaya kebarat-baratan dan berambut pendek tapi oma saya tetap mempertahankan citra diri sebagai wanita Indonesia, oma senang menggunakan kain batik dan kebaya di setiap penampilan.


Terlebih ketika oma di tinggalkan opa (meninggal) beliau kata bunda tidak pernah menyerah berjuang dan dapat membiayai pendidikan mereka semua kesekolah khatolik dan yang lebih membuat saya kagum kepada oma, beliau memberi kebebasan kepada anaknya dengan pilihan jodoh dan kepercayaan setelah mereka dewasa.., so separuh dari keluarga ayah menjadi muslim dan sikap toleransi oma pun sangat besar maka tidak ada paksaan antara hubungan beliau dan anak-anaknya.

btktulis lawas 40th.coretan-gadogado.com

batik lawas bunda

Saya tidak pernah mengenal oma, dan tidak pernah ingat kalau saya pernah di pangku beliau atau di ajak bicara, saya maklum karena cucu oma banyak atau beliau sibuk bekerja tapi saya menyayangi tidak mendapat kesempatan untuk mengenal oma dan juga opa.

Pertama kali saya bertemu oma pertama kali saya bertemu saudara-saudara ayah, saya berpikir waktu itu mereka mengadakan suatu pesta karena saya harus berpakaian rapih pakai kaos kaki tinggi dan bersepatu hitam.
Saya diajak masuk ke satu ruang saya melihat perempuan setengah abad terbaring di dalam peti kayu berkebaya, bersanggul seperti ibu Kartini. Waktu itu saya masih terlalu kecil dan tidak begitu paham apa yang terjadi saya memperhatikan oma yang cantik, berkulit putih seperti kebanyakan anaknya dan tersenyum diam dalam peti.

Ketika saya masih memandangi jasadnya tiba-tiba salah satu kakak ayah menegur saya untuk mengucapkan selamat jalan kepada oma kemudian menarik tangan saya menjauh dari peti mati. Hanya itu yang saya ingat kenangan tentang oma, wanita tangguh ibu dari ayah saya. Walau begitu saya seperti mengenal beliau lama dan merasakan kasih sayangnya melalui bunda, kadang saya merindukan kehadiran mereka karena keduanya merupakan wanita hebat di mata saya.

Oleh sebab itu saya senang di wariskan kain batiknya. Terima kasih oma dan bunda, be happy in Paradise.

Wassalam

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s