Pergantian Musim Dadakan

Pergantian Musim Dadakan

Cuaca bulan pebuari dari petunjuk temperatur yang nampak di apple watch sekitar 15°c dan kemarin matahari begitu cerah hingga membuat saya ragu menarik syal yang tergantung di wardrobe, saya keluar rumah dan memutuskan untuk melihat suasana airport sekalian membeli beberapa keperluan di supermarket di sana.

Dalam perjalanan kereta saya melihat kehijauan rumput luas milik petani dan pepohonan buah yang mulai berpucuk ada sedikit kekhawatiran dengan pergantian musim dadakan yang terlalu cepat hangat ini terutama para petani khawatir sekali sistem panen mereka akan kacau. Karena biasanya di bulan bulan ini salju turun lebat dan menutupi ladang yang memang diharapkan untuk membantu proses kerja pupuk yang sudah mereka tebarkan beberapa bulan sebelumnya, entah alasan apa saya perhatikan sudah ada petani yang mulai menggarap lahannya apakah untuk menebar bebijian atau memotong rumput yang cepat tumbuh untuk persediaan ternak.

akibat badai

Berita yang saya dengar dari meteorologi kerap kali petani dirugikan oleh perubahan iklim dadakan ini contohnya telah terjadi di tahun belakangan karena musim dingin terlalu hangat hingga di bulan Mei ketika awal musim semi tiba sih kalte-sofie (sebutan yang diberikan) menghancurkan dan mematahkan ranting ranting anggur serta pucuk bunga bebuahan dan sayuran yang sudah merekah, tentunya hal tersebut sangat menyedihkan para petani dan merugikan materi milionan euro. Bagaimana tidak! munculnya kalte-sofie tidak menentu dan merata sangat tiba tiba kadang dalam waktu sepuluh menit dan kadang lebih meluncur begitu saja dari langit bertubi-tubi bongkahan dan pecahan batu es sebesar bola tenis dan bola golf menutupi dan menghancurkan area ladang dan ternak.

Tiba di airport saya menuju food corner dan berkeliling memperhatikan tawaran makan yang ada.. dan cukup suprise di saat berita worried dengan issue corona di airport orang orang bersikap biasa saja mungkin dari sekian banyak turis Asia dan negara lain hanya satu turis saya lihat menggunakan masker dan ketika kita saling berpapasan banyak mata yang memandang penasaran tampa kata-kata. Semua kelihatan adem dan tenang kecurigaan tak terlihat namun tidak bisa saya pungkiri kalau sebagian dari kita tetap bersikap waspada maka saya pun tidak berlama lama duduk di food corner, setelah berbelanja saya segera balik pulang.

Jumat lalu saya sempat takut ketika meteorologi memberitakan akan ada serangan storm di pagi hari tepatnya jam berapa tidak begitu pasti, seperti biasa di waktu subuh saya telah selesai dengan rutinitas saya dan siap siap berangkat kerja dan berhubung tempat kerja agak jauh so sebelum matahari muncul saya harus bergegas menuju stasiun. Tapi karena ada issue badai saya hanya bisa menunggu di rumah dan memperhatikan dari kaca jendela bagimana angin badai membawa dan melempar benda-benda yang ada diluar pekarangan. Satu jam tak terdengar ribut, maka saya segera keluar rumah dan sedikit kesulitan karena jalan tertutup dengan sepeda sepeda dan mainan bola gawang metal milik tetangga yang terseret angin dan mepet menutupi jalanan utama. Sebetulnya saya bisa balik mutar dan turun ke besmen masuk ke ruang garasi dan keluar lewat pintu di sana saya penasaran apa saja yang dibawa terbang badai.

Dari berita yang di kumpulkan ada beberapa korban meninggal entah itu karena terbawa arus angin dan ada yang tertimpa pohon ketika di dalam mobil kemudian cukup banyak korban luka luka dan kerugian material. Sedangkan di desa lain tram yang terbawa keluar dari jalur relnya, air sungai meluap dan merusak perumahan, dll. Tentunya hal ini membuat saya khawatir karena perjalanan kerja yang cukup jauh dan sebagian harus di tempuh naik bus dan jalan kaki (kurang transportasi umum). Penduduk banyak pengguna beroda empat oleh karena itu tuntutan transportasi umum tidak banyak so saya harus puas dengan persediaan yang ada.

Lagi lagi diberitakan minggu ini akan ada winter badai sabine (sebutan) yang membuat saya kurang happy.. minggu cuaca cerah dan semalam saya sudah kurang tidur dengan adanya angin kencang dan membuat suara lolongan tinggi seolah olah saya tinggal di rumah dracula.. lolongan itu tambah tinggi dan di akhiri dengan getaran suara metal yang cukup membuat telinga peka. Suara itu berulang-ulang awalnya saya tidak tahu dari mana lolongan itu datang saya kira dari luar ternyata angin yang masuk melalui pipa penyedot udara (dari tungku pemanas) itu berputar-putar dan mencari jalan keluar.. hingga menyembur suara aneh seperti lolongan, dilain itu berbarengan angin menggetarkan kirai metal di luar jendela maka lengkaplah semalam, badan pegal pegal karena angin dingin yang masuk serta mata terjaga karena ribut.

Untungnya persediaan minyak kayu putih dan koyo cabe masih ada Lol.. lumayan dapat membantu ngurangi pegal dan linu. So beginilah suasana pergantian musim dadakan.. yang kadang datang iklimnya ramah dan cerah tapi kadang ribut dan berbahaya.

Tinggalkan Balasan