Awal Memulai Hidup Di Eropa

Awal Memulai Hidup Di Eropa.

Tulisan pengalaman ini ditujukan untuk masyarakat luas yaitu untuk wanita dan pria yang sudah matang dan berniat untuk imigran atau studi ke luar negeri.

 

 

Melanjutkan thema yang sudah saya tulis waktu lalu ” Persiapan Pertama Kali kerja ke Luar Negeri “, membuat saya teringat bagaimana pengalaman dan sikap saya ketika memulai hidup di Eropa pertama kali banyak tantangan, sempat jatuh dan hampir gagal akibat ceroboh dan kurang serius dalam memahami sistem dan adat di luar negeri. Beradaptasi dengan budaya lingkungan luar juga tidak mudah menyita banyak energi dan cost jika kita kurang tanggap dan cerdik.

Tidak sedikit dari orang yang saya kenal dari imigran lain atau Indonesia susah beradaptasi di negara domisilinya dan sering lalai yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Pengalaman yang dialami oleh rekan/kolega dan saya tentunya ber beda-beda dan yang tidak kuat peradaptasian lingkungan dan sistem itu sudah banyak yang gagal dan menyerah pulang, tidak kuat banting ketika menghadapi ujian dan masalah. Saya tidak bermaksud untuk menurunkan semangat Anda malah sebaliknya agar lebih bijak dan tidak membuat kesalahan / kecerobahan ketika imigran di negara orang seperti yang telah kita lakukan. Terkadang kendala persoalan itu datang bukan hanya dari diri sendiri melainkan dari lingkungan terdekat kita serta pengaruh dari luar, umpama: kolega, partner hidup, pimpinan, sistem, dst.

Persoalan itu akan datang ketika kita polos kurang pengalaman, malas belajar (tidak ada waktu belajar ) malas penyesuai-an atau mencari tahu dan juga mendapat informasi, arahan yang tidak sesuai / benar.

Apakah Anda akan menetap di Jerman, Swiss, Lichtenstein, Austria, Monaco, Francis dan Itali atau negara yang berdekatan Eropa tengah. Negara yang di sebutan ini jaraknya tidak berjauhan mereka hanya dipisahkan oleh pergununggan dan perairan namun masih bisa ditempuh dengan kendaran roda empat atau kereta. Maka istilah kata humornya “apa yang terjadi di negara tetangga kita dapat langsung dengar”, so besar kemungkinan pengalaman saya dan beberapa rekan/ kolega ini juga bisa memberi masukan bagi Anda yang sudah siap imigran.

1. Sesudahkah kita paham atau paling sedikit membaca tentang hal di bawah ini.
Cari tahu:
1. Tradisi  2. Budayanya 3. Pelajari bahasanya  4. Hormati Sistimnya  5. Ikuti kedisplinannya. S
ilakan baca. Persiapan Pertama Kali kerja ke Luar Negeri

Jika Anda sudah (√) kelima PR diatas, bearti Anda termasuk orang yang sudah tahu kemana Anda ingin melangkah dan akan memudahkan step berikut untuk beradaptasi di lingkungan baru, umpama ada berencana tinggal selama lima tahun atau untuk selamanya. Buatlah planning yang ringkas dan jelas untuk satu tahun dahulu secara akurat dan selanjutnya akan bisa diatur kembali ketika sudah yakin bahwa proses yang sedang dilakukan akan berjalan dengan baik. Alhamdullilah

Awal mula hidup di luar negeri sangat sulit, susah cari kontak/kenalan, cari kerja meski ada portal pencarian kerja, media sosial dan iklan di koran atau brosur tetap saja kita butuh waktu, banyak kesabaran, semangat serta motivasi. Apakah kerja part time or full time di luar negeri beneran sangat sangat susah sekali terutama kalau kemampuan bahasa terbatas, edukasi pas-pas an dan tidak ada vit. 2-K (kenalan & keberuntungan) yang mengiringi.

Tapi menurut saya tampa dua-k saya yakin kita juga dapat survive di negeri orang asal kita punya keyakinan dan tahu menempatkan diri; “Survive or will not survive its your choice! dan jawaban itu semua ada pada diri kita.

Langka apakah yang kita wajib lakukan setelah tiba di negara orang.

1. Beradaptasi dengan iklim.
Empat iklim Eropa; dingin, semi, panas, gugur. Menurut saya cuaca panas cuma tiga bulan, sedangkan sisa urutan kalender terasa dingin walaupun sering terkecoh dengan sinar matahari diluar biasa kan jaket selalu ada di tangan. Hawa dingin jika kita tahu menghadapinya akan membuat tubuh dan mental kuat, kebalikan jika terlalu meremehkan cuaca dingin tubuh akan cepat sakit dan dapat akibatkan radang paru paru, batuk, sakit tulang pinggul & rematik.
Segera beli perlengkapan:  Pulover, jaket, stocking, syal, sarung tangan, topi winter dan Mantel.
Suhu 5°/-10° celcius mantel winter untuk bulan desember, januari, pebuari dan maret
Suhu 10°/18° celcius jaket dingin ringan untuk bulan april, mei, oktober, november.
suhu 20°/32° celcius non jaket bulan juli, Augustus, sepetember.

Tips. Untuk membeli perlengkapan pakaian dingin baiknya beli di negara yang akan di kunjungi karena ketebalan bahan, material serta perawatan sudah di sesuaikan khusus suhu iklim di negara itu. Harga sedikit mahal tapi kuality awet bisa di pakai bertahun-tahun.

Pilih makanan yang sehat, berserat, susu, keju, ikan, daging, gandrum dan sayuran di musim dingin sangat baik. Banyak orang sakit kekurangan vit. D. karena aktivitas sehari-hari dalam ruang gedung. Olah-raga teratur & berjalan dibawah sinar matahari menjaga stamina tubuh kita.

2. Beradaptasi dengan makanan:
Di negara besar Eropa kita bisa membeli produk dari penjuru mana saja begitu juga mudah menemukan produk pangan Asia tapi harga market jauh lebih mahal dibanding produk pangan local. Agar kita bisa irit cost dan juga membuat tubuh kita tidak manja selalu merindukan masakan Indonesia / Asian food, sekali kali cobalah resep masakan local karena rasanya juga enak dan sebagian besar resep mereka sudah diperhitungkan kadar vitamin dan kalori yang terkandung, umpama cari (resep winter, resep summer).

3. Beradaptasi dengan lingkungan.
Orang Eropa umunya cuek dan tidak (kepo) dengan kehidupan orang lain, mereka tidak akan ikut campur alias mau mengotori tangan mereka dengan urusan dan persoalan orang, mereka juga tidak akan mengomel dan lebay selama kita tidak meloncati pagar pekarangannya mereka baik dan oke oke saja. Tapi bawaan manusia sejak lahir ada rasa pingin tahu, oleh sebab itu jika tetangga kita diam dan kaku bukan berarti tidak ada rasa ingin tahu siapa tetangga baru di sebelah rumah. Sebagai orang baru, bersikaplah ramah perkenalkan diri kita andai orang itu tertarik ia akan lanjut ngenalkan dirinya, jika ia hanya memberi respon dikit maka ia belum ingin ada pembukaan. Dan kita tidak perlu tersinggung.

Tips. Agar tetangga menyukai kita, hindari hal dibawah ini.
– Silence night (21:30 pm) hindari musik keras /pasang paku/ngebor tembok /ribut.
– Tabu nginjak halaman orang apa lagi nyelonong masuk ke rumah jika tidak di undang.
– Metik buah atau memotong daun pohon milik tetangga tampa ijin.
– Tabu ngasih permen, kue, makan ke anak orang, kucing /anjing piaraan tampa ijin mereka.
– Bohong tabu, jika kita tidak ingin cerita ttg hal yang kita tidak ingin orang lain tahu bilang saja bahwa Anda tidak mau cerita hal itu dan bukan malah mengarang cerita baru agar orang itu tidak kecewa.
– Pinjam uang tabu. Pinjam peralatan kecil umpama untuk betulin ban mobil pasti di pinjamkan tapi harus buru-buru di kembalikan begitu selesai jika nunda dan lupa mereka akan malas minjamin kedua kali.

4. Beradaptasi dengan sistem:
Beradaptasi dengan sistem ini yang berat karena susah susah gampang. Gampang atau menjadi mudah kalau kita tahu; apa, dimana dan bagaimana. Tapi bisa bikin gereget kalau kita tidak diberi tahu dan kurang tahu dimana cari informasi yang bersangkutan. Banyak kali ttg hal sistem kita hanya bisa ambil informasinya di instansi tertentu dan bagaimana untuk tahu instansi itu berada, tanyalah instansi tatah kota (stadtbezirk) terdekat di wilayah Anda tinggal. 

Tapi kadang untuk hal yang lebih specific kita akan di kirim ke kota lain untuk mendapat informasi tsb. Justru disinilah kendala sering membuat kita malas untuk meneruskannya, karena terjepit oleh waktu kerja dan alasan lainnya. Akhirnya kita menunda pergi kesana dan memilih bertanya kepada orang lain yang kurang paham akan hal ini hingga sering adanya terjadi kesalahan fatal dan mengakibatkan kita kerugian (uang denda) dan mungkin juga ada efek negatif atas visa ijin tinggal.

Hal penting yang harus di patuhi – ada finalti jika tidak dipatuhi.
Peraturan nyetir, beli tiket kereta/tram, nunggak, menggangu privasi tetangga, dsb.

Contoh kecerobohan yang merugikan.

1. Bawang putih, ada janji dokter gigi karena tidak tahu sistem di luar negeri ia lupa datang, asisten dokter telefon dan beri peringatan. Bawang putih bikin janji kedua kalinya dan pada hari H dimana ia harus pergi ke dokter gigi ia minta ijin sama kepala personal dan tidak di ijinkan, so apa boleh buat bawang putih nyantai dan telefon dokternya. Reaksi asisten/penerima telefon marah dan tidak mau terima bawang putih sebagi pasiennya lagi. Beberapa hari kemudian bawang putih terima rek-penagihan yang tidak sedikit dari dokter gigi dan ia terpaksa harus bayar.

Pelajaran buat bawang putih jika ia mengerti sistem tidak akan rugi. Rupanya setiap praktek dokter punya kebijakan sendiri jika pasien tidak melaporkan pembatalan selama 1×24 jam pasien wajib bayar kerugian (waktu) yang sudah di persiapkan oleh dokter.

2. Singkong, ketemu sawit (teman lama) yang keadaan kondisinya bikin prihatin tidak punya tempat tinggal layak dan pekerjaan tetap lalu ia ajak sawit makan ke restauran yang jaraknya sekitar dua stasiun naik tram (lima menit). Waktu nunggu tram singkong bilang ia akan beli tiket tram untuk sawit, lalu teman itu menyaksikan singkong transaksi beli tiket. Tram datang dan mereka naik, satu menit sebelum tram berhenti di tujuan mereka berdua diperiksa bagian kontrol, singkong menyerahkan dua tiket tram yang ia bayar setengah harga dan singkong juga menunjukkan kartu abo milikinya. Tiket singkong oke dan giliran sawit di periksa tapi waktu temannya di tanya abo, dia menggeleng dan bilang tidak punya.

“Singkong sempat kaget dan melongo.. bungkam seribu bahasa untuk beberapa detik. Maka ketika kondektur tram mulai mencatat data mereka, singkong menegur sawit “kenapa tidak bilang kalau tidak punya abo, kan saya bisa beli tiket harga full untuk kamu”. Sawit menjawab ” saya tidak enak hati, dan tidak mau merepotkan kamu, biasa juga jarang ada kontrol”.  Alasan sawit.

Gara-gara hal sepele tidak enak hati sawit.
1. Nama singkong di catat diregister sebagai pembuat kesalahan, karena kondisi sawit saat itu tidak punya uang. Dan rupanya sawit juga sering melakukan pelanggaran sistem, salah satunya nunggak dan penumpang gelap.

2. Singkong dirugikan uang denda $80,- padahal kalau beli tiket full cuma $2.5,- Singkong paham sedikit sistem ia mengajukan rujukan ke kantor pusat transportasi akhirnya ia diberi keringanan dan tidak perlu membayar full.

Pelajaran buat singkong jika ingin berbuat baik sama orang kita tetap harus smart.

3. Garfu, seorang mahasiswa mendapatkan fasilitas belajar di negeri (b) nah untuk menunjang life style di negara b (biaya hidup tinggi) garfu harus mencari kerja partime yang sebisa mungkin flexible dengan jam jam kuliah. Saya tidak akan membahas detail, cerita garfu, akhir cerita mahasiswa ini kuliahnya berhenti di tengah jalan tapi masih bekerja di tempat yang sama. Berapa bulan kemudian saya dengar ia harus kembali pulang ke tanah air karena visa belajar habis dan ternyata pemberi kerja tidak dapat perpanjang kontrak kerja garfu, tampa kontrak kerja maka tidak ada visa ijin kerja, tidak ada incoming yang bisa menunjang hidup, maka garfu di deportasi.

Kecerobohan garfu;
Tidak bisa manage waktu, tidak bisa manage uang dan lupa tujuan awalnya adalah untuk kuliah ia berpikir jika bekerja diperusahaan itu otomatis ia akan mendapatkan perpanjangan visa kerja.

Pemikiran garfu ini tidak salah, jika kita punya vit. 2-k, yang pernah saya dengar ada kemungkinan perusahaan pemberi-kerja dapat mengurus surat dan visa kerja tsb, bagi karyawan yang diinginkannya. Namun ada perusahaan yang tidak mau pusing dan dilibatkan untuk pengurusan visa kerja (hal seperti ini banyak terjadi dikalangan orang dan profesi tertentu yang belum pengalaman).

4. Caberawit, punya kenalan nama terong di negara (b), terong punya usaha bengkel dan kebetulan caberawit punya sertifikat bengkel walaupun kualifikasi cabe rawit tidak setara dengan kualifikasi di negara b, akan tetapi terong mau ngasih kesempatan kepada CR untuk bekerja di perusahaannya. Maka atas persetujuan kedua pihak terong dan caberawit terjadilah surat undangan datang kerja ke negara (b), maka visa di berikan juga terbatas. (detail tentang visa bervariasi dan persyaratan pun beda, mohon tanya yang berkewajiban).

Terong menjelaskan caberawit, Anda datang dulu coba kerja tiga bulan dan kita lihat kalau cocok lanjutkan kalau tidak cocok ya selesai. Terong punya mess-karyawan dan CR hampir satu tahun bertahan kerja, walaupun ia kadang susah menyesuikan diri di lingkungan barunya tapi terong sabar dan terus membimbing CR, ketika kontrak kerja di perpanjang kedua kali, tidak lama kemudian CR melakukan kesalahan yang kurang bisa dipahami lagi oleh terong, banyak keluhan yang di sampaikan oleh pegawai lain, dan bahkan pihak kelurahan setempat ikut menegur hingga posisi terong serba salah dan terpaksa harus memutuskan kontrak kerja caberawit. Dengan begitu CR kehilangan tempat kerja dan tempat tinggal.

Akhir cerita, sisa visa kerja masih ada beberapa bulan, sebetulnya kalau CR menguasai bahasa, punya kenalan ada kemungkinan ia bisa melanjutkan kerja di tempat lain selama itu masih satu wilayah kecamatan. Caberawit tidak menemukan majikan baru maka ia harus balik ke negaranya.

Kecerobohan CR:
Caberawit tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan dan underrestime (meremehkan) sistem di negara terong.

Hal yang wajib di ketahui sebagai rukun warga.
– Penyewa/pemilik properti ada hukum aturannya (streng).
– Buang koran & karton pembungkus ada cara, tempat dan harinya.
– Buang barang bekas dan elektronik ada tempatnya.
– Buang sampah ada aturannya.
– Menggunakan wc umum ada aturan nya.
– Ruang rokok/buang puntung rokok, ludah, buang permen karet, ada aturannya.

Bisa Saja kalau hal yang tidak begitu formil kita tanyakan tetangga, namun dari pengetahuan kita mereka jarang memberi informasi tersebut kalau kita tidak punya ikatan yang dekat. Bukan karena mereka pelit melainkan karena mereka kurang yakin bahwa informasi yang diberikan benar. Justru inilah kelebihan mereka yang tidak basa-basi hanya karena ingin menyenangkan orang.
Bertanya dijalan jarang orang akan memberi reaksi, beda dengan ketika kita bertanya di tempat yang lebih akrab.

Saya harap dari contoh pengalaman diatas dapat memberikan inspirasi kepada Anda ketika menghadapi persoalan dan semoga dapat mengambil faedahnya.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan