Persiapan Pertama Kali kerja ke Luar Negeri

Hi sahabat pembaca.. semoga kabar Anda semua dalam keadaan sehat dan tetap semangat menulis dan berbagi cerita serta informasi yang Anda telah pahami dan alami yang mungkin tidak begitu penting untuk yang lain tapi sangat berguna bagi orang lain, he he he..

Kemarin ini kita bersama ibu ibu manja dan beberapa teman kolega sedang memperbincangkan hal hal yang rutin terjadi di tempat kerja ya kadang percakapan ini terjadi spontan saja. Nah tujuan dari penulisan saya ini bukan ingin menceritakan tentang diskusi kita kemarin, melainkan coba memberikan inspirasi dan tips standar yang harus kita persiapkan sebelum kerja atau melamar kerja ke luar negeri.

Di luar dari persiapan dokumen paspor, curriculum vitae (cv), dll.
Ada dua persiapan sederhana yang harus kita lakukan sebelum melamar ke luar negeri.
1. Persiapan persediaan informasi dan data checklist.
2. Persiapan kekuatan mental / spiritual.

 

1. Persiapan persediaan informasi dan data checklist.

Sudah umum jika kita berpendapat bahwa kerja di luar negeri tuh keren dan kedengaran hebat dan jika udah bosan di luar negeri reperensinya dapat dibawa pulang dan akan banyak chance terbuka untuk lamar kerja. Dan yang bikin menggiurkan lagi karyawan di luar negeri itu digaji gede dan dapat sosial performance lebih baik, memang saya juga berpendapat seperti itu. Akan tetapi setelah saya bertukar pendapat dengan kalangan kolega eksternal serta mencari tahu di beberapa koran local nyatanya tidak semua karyawan / buruh mendapatkan keberuntungan yang sama, oleh karena itu sangat penting sebelum kita terjun payung alangkah baik-nya untuk mempelajari dan mengorek informasi tempat kerja negara yang dituju.


Awal pertama ketika mendapat tawaran kerja ke luar negeri, jangan malu-malu menanyakan dalam kondisi bagaimana yang akan kita terima. Di lowongan kerja itu umpama; tertulis sebagai progammer, cook, manager hotel atau baby sitter dan tertulis tugas-tugas yang tersusun rapih namun kita tetap wajib menanyakan lagi secara lisan / tertulis apa saja tugas keseluruhan dalam jabatan tsb, mana yang wajib dan tidak wajib karena tiap pimpinan perusahaan mempunyai sistem managemen yang tidak sama. kadang kalah ada perusahaan yang juga mengesyahkan karyawannya untuk melakukan tugas lain yang di luar jabatan. Terutama hal ini banyak terjadi di perusahaan kecil atau sedang berkembang maka ruang lingkup pekerjaan menjadi lebih luas, contoh;

Programmer: Tadinya mungkin hanya mengurus programming tapi pimpinan meminta kita untuk bisa menangani bagian engineering atau mungkin membantu di bagian program support.

Cook: Sebagai cook bukan cuma bisa masak mungkin kita juga di tuntut harus bisa flexible belanja stock lager dan membuat personal schedule dan pembukuan.

Manager hotel: kemungkinan besar pimpinan berharap juga kita bisa bantu melayani tamu dan bantu pengecheckkan kamar dan bantu mantau back office, dsb.

Baby sitter: Baby sitting kita tidak melulu menjaga anak majikan atau mengantar anaknya kesekolah tapi mungkin bisa saja sewaktu waktu majikan minta kita bantu bersihkan kamar anaknya atau nyuruh pergi belanja dan sekalian masak.

Nah selama pekerjaan itu belum menjadi milik, maka kita wajib dan harus menanyakan tugas keseluruhan yang mungkin kadang kita harus siap menghadapinya.

Sebab secara formal di lowongan kerja hanya tertulis tugas yang relevan dan ada kaitan dengan posisi jabatan saja, namun kondisi realitas suka beda dan ada sedikit tuntutan kata harus jika pimpinan menganggap hal itu perlu, seperti yang telah saya contohkan di atas. Karena sebuah kolom lowongan kerja itu biasanya dibuat dengan struktur simple dan cukup informatif dan sebagian yang tidak di tuliskan akan di jelaskan saat kontak telefon pertama kali atau ketika interview. Maka jangan buang kesempatan ketika Anda di invite interview tanyakan sejelas-jelasnya. Apa, dimana, bagaimana, berapa dan selanjutnya.

Setelah tahu posisi dan komposisi pekerjaan, perlu pula di tanyakan apakah kita terikat kontrak kerja terbatas atau tidak terbatas di perusahaan itu dan pelajari dahulu berapa gaji kasar yang ditawarkan karena setiap negara mempunyai angka dan kondisi life style tersendiri, kalkulasikan berapa biaya hidup di sana dan apa saja yang di butuhkan. Buatlah checklist, umpama:
– Berapa biaya makan /bulan.
– Sewa apartemen.
– Insurance.
– Transportasi.
– Pajak
– dan lain sebagainya.

Yang saya sebutkan di atas hal yang lumrah tapi sering di abaikan oleh kita, padahal perannya sangat penting dan dapat mempengaruh kemajuan kita di negeri orang kalau kita bisa menjaga ketertiban pengeluaran di atas tsb, dan tidak tersendat-sendat berarti kita sudah bisa beradaptasi dan akan survive lebih baik kedepannya dan dapat sejajar menjalani standar hidup rata-rata orang di luar negeri kalau kita bisa mengikuti hal itu dan seimbang, Bravo! bahkan bila bisa naik keatas lagi kita sudah maju beberapa langkah dan ada kemungkinan kita akan enggan keluar dari luar negeri untuk mencoba hal yang baru lagi entah di mana. Silakan baca. Awal Memulai Hidup Di Eropa

Apakah perusahaan menyiapkan tempat bagi karyawan, dengan cara ini akan lebih irit tapi bukan berarti kita mendapatkan gratis biaya itu sudah dipotong dari saleri yang kita terima tapi paling tidak lebih murah di banding kalau menyewa apartemen sendiri. Apakah kondisi tempat karyawan itu aman dan nyaman? Tergantung, pelajari juga lokasi perusahaan dan check di google maps jika perlu. Kalau perusahaan itu serius dan bonafit jawaban saya pasti aman dan nyaman namun untuk ruang privacy yang diberikan standar dan agak streng, sebelum kita menyetujui kontrak pasti kita diberikan gambaran instruksi: ttg persyaratan yang harus dipatuhi dan kalau melanggar konsekuensi cukup berat.

Pajak: tentang pajak pun kadang ada perusahaan yang memotong gaji karyawan langsung untuk dibayarkan ke pihak pajak ini juga tergantung dari peraturan perusahaan atau bisa juga atas persetujuan dua pihak antara pelamar dan pemberi kerja.
Dan kalau kita mendapatkan kerja dari agency office.. pelajari teliti jangan sunkan nanya walaupun pertanyaan tersebut agak sensitif tapi kita wajib bertanya demi kebaikan kita juga sebelum mengambil pekerjaan itu.

Balik lagi kecerita saya semula kenapa di luar negeri karyawan dihargai mendapat seleri tinggi, sebetulnya mereka tidak mendapatkan gaji tinggi tapi seleri yang di keluarkan adalah ketentuan sistem yang sudah di sesuaikan menurut kondisi gaya hidup di negara tsb. dan jika ada, ya mereka mereka yang mendapatkan top seleri itu karena di tunjang oleh  keahlian profesinya dan sertifikat diploma yang dimiliki punya banyak pengaruh oleh suatu perusahaan, plus + titel dan embel embel referensi kerja dari cv pelamar

 

2. Persiapan kekuatan mental / spiritual.

Kita hidup dimana pun pasti perlu biaya yaitu pengeluaran yang kudu kita keluarkan tampa ada paksaan, seperti yang saya sebutkan diatas, jangan suprise jika pada akhir bulan sisa tinggal sedikit!  he he he.. menurut saya itu masih mending jika masih ada sisa sedikit baiknya tabungkan, sebab jika kita boros dan senang pakai kartu kredit bisa aja tiba tiba dalam waktu beberapa bulan terjerat hutang. Nah kalau sudah terjadi begini hati hati saja karena tidak semua negara di luar negeri yang menerima pendatang untuk menunggak-nunggak hutang, karena peringatannya hanya ada dua kali dan jika sampai tiga kali kita tidak membayar hutang itu, akibat lalai atau sengaja setahu saya hal tersebut akan masuk ke track record, kemana pun kita melangkah, melamar kerja, kredit mobil, sewa apartemen selama di luar negeri hal ini akan memperlambat bahkan menghambat proses kita.

Pada dasar-nya selidiki dahulu berapa tinggi cost pengeluaran wajib yang harus kita keluarkan tiap bulan dan berapa seleri yang diterima, jika jumlah gaji masih relevan oke oke saja dan jika kurang lebih baik cari lagi perusahaan yang bisa menunjang dan menghargai tenaga dan skills kita. Terkecuali jika kita punya incoming dari sisi lain dan ingin bekerja di perusahaan luar negeri hanya untuk mencari pengalaman so doit, karena memang suasana kerja di luar negeri sangat berbeda dan pressure pun terasa banget mungkin dari sisi segi bahasa dan kultur yang juga bikin ngaruh dapat memacu adrenalin.

Persiapan kekuatan mental / spiritual ke luar negeri yang di maksud adalah;
a. Cari tahu.
– Tradisinya
– Budayanya
– Pelajari bahasanya
– Hormati sistem & peraturannya
– Ikuti kedisplinannya

Urutan kelima formalitas tersebut sangat penting bagi kita yang baru ingin menjajaki kaki ke luar negeri dan mencari pengalaman kerja karena jika kurang satu itu dapat berpengaruh dan saya sudah mengalaminya bahwa komunikasi itu sangat penting dan mengetahui adat dan budaya mereka juga membawa dampak positif bagi kita. Apa lagi jika kita mentaati peraturan dan bisa mengikuti kedispilinan mereka, jangan heran andai dalam waktu dekat kita akan welcoming di negara tujuan dan segala sesuatu berjalan lebih mudah.

Bagaimana agar kita dapat menahan rasa kangen kampung halaman.. karena ketika kita sibuk mungkin waktu akan cepat berjalan, tapi jika kita sedang sendirian akan datang pikiran menerawang, memikirkan kekasih kita atau ayah dan ibu yang sudah tua, etc,,, etc. Nah mulai lah kita mengurangi sifat manja kita belajar mandiri dalam sehari hari, karena ketika sudah di luar negeri tidak ada orang yang dapat kita suruh-suruh dan orang luar negeri tidak begitu menyukai orang yang suka berbaris di zona nyaman so ingat persaingan sesama karyawan di kantor pun pasti ada.

Olahraga: Sebelum berangkat ke luar negeri, kuatkan mental kita dengan membiasakan diri berolah raga, tidak suka sport tidak apa-apa kita tidak perlu sport yang keras biasakan jalan kaki di lingkungan kantor atau tempat tinggal jika rutin dilakukan tubuh kita bakal mengurangi produksi hormon negatif  dan meningkatkan horman gembira yang bermanfaat untuk mental kita. Mayoritas orang di luar negeri berangkat kerja dan privasi jalan kaki, naik sepeda dan transpotasi umum. Nah apakah kita sudah siap untuk hal ini.

Tidur cukup: Dengan cukup tidur kita bisa bangun pagi dan melakukan ritual pagi hari apakah itu beribadah dan berolah raga. Kalau kita punya kebiasaa tidur tidak teratur , rubahlah sedini mungkin sebelum kita hijrah ke luar negeri.

Pola Makan: Jika sehari-hari jarang makan sayur dan buah, maka mulailah hal yang baru dan sesuaikan komsum kita dengan kondisi kerja di luar negeri yang mana akan lebih menguras energi dan pikiran. Makanan sehat juga dapat menjaga staminasi tubuh ketika menghadapi pergantian musim.

Sekian tips dari saya semoga bisa di pahami dan membawa manfaat bagi Anda yang dalam waktu dekat ini ada rencana kerja ke luar negeri. Good luck.

One thought on “Persiapan Pertama Kali kerja ke Luar Negeri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s