Saya & Monaco

 

Saya & Monaco

Perjalanan saya ke Monte Carlo rupanya tidak begitu di ridhoi yang Kuasa (he he he) kiding dikit ahh.. “Kenapa saya tulis begitu?”  karena impian pingin jalan ke Monaco ini sejak lama namun ada saja yang membuat rencana itu batal.
So sebelum kita ambil cuti saya ngotot sama suami menjelang awal musim gugur kali ini ingin melihat area pinggiran laut di prancis dan juga ke Monaco karena suhu cuaca pasti lebih hangat di sana.

Maka sudah saya catat dikepala waktu cuti duabelas hari pasti cukup untuk jelajahi tiga – empat tempat yang mana tiap tempat di-inapi tiga hari dua malam biar bisa leha leha nah sebelum jalan travel saya sudah tekankan suami bahwa kita kudu singgah di Monte Carlo minimum dua malam, gak apa deh sahut saya duduk duabelas jam di kereta kan bisa singgah dulu di kota Nice Ville barang nginap dua malam sebelum lanjut ke Monaco. Sesudah nginap dua malam di Nice (France) paginya suami bilang lagi ada strike di jalan yaitu machinist (supir) kereta pada mogok kerja oleh karenanya jadwal semua kereta ditunda sebagai pengganti di sediakan bus untuk penumpang dengan tujuan Monte Carlo.

Cukup panik juga kita di buatnya terutama suami yang merasa jengkel suasana hatinya pun agak sedikit tegang dan tidak sabaran sedang saya tidak paham apakah strike nya itu akan ada demo kerusuhan di jalan jalan.. namun setelah berjalan satu kilo meter tampaknya jalan jalan biasa normal tiada kerumunan atau suara bising pendemo dengan nyantai saya berjalan sambil menarik koper kecil menelusuri trotoar menuju stasiun. Walaupun menggunakan google maps kita dibuat keder rupanya area stasiun Nice (harbour) itu sedang membangun maka rute yang om google tunjukan tidak bisa dipakai (buntu), mulai deh ngomel suami saya sebab om google tulis jarak stasiun cuma lima menit lagi tapi karena lokasi tersebut sedang dibongkar tidak bisa dilalui wajar ya suami menggerutu. “Coba tanya orang, kata saya meredahkan.” suami menolak, so kalau sudah situasi begini saya tidak ingin beradu kepala dengan suami lalu saya mengambil langkah lebar dan mulai mendahului jalan dan menyebrangi zebra cross, nah di depan saya dihadapi dua pilihan mau belok kekiri atau maju lurus sambil celingukan kemudian saya lihat dua puluh meter di depan lewat sebuah bus jurusan de Monte Carlo dengan energis saya teriak itu bus nya datang! tapi menurut suami bus itu tidak berhenti melainkan menuju depot saya jadi kecewa, sedang menurut schedule di App delapan menit lagi bus akan berangkat sedang kita masih belum menemukan stasiun temporer tsb.

Melihat gelagat suami tercinta mulai berjalan tampa kompas saya anjurkan lagi untuk bertanya orang disekitar jalan, untung rupanya ada kakek yang memperhatikan sikap kita (sikap turis pada umunya yang lagi cari jalan), beliau perlahan dengan tongkat nya menghampiri saya dan bertanya mau kemana? Monaco jawab saya spontan.. lalu kakek itu menunjukkan tangannya ke arah belakang sambil berseru jalan seratus meter lalu belok kiri disitu bus nya. Happy banget berkali kali saya ucapkan thank kepada kakek yang baik hati merci, merci, merci monsieur.. sambil lari lari kecil menuju arah yang ditunjuk, kira kira seratus meter kemudian belok kiri dan benar aja kita melihat gerombolan pariwisatawan yang sudah menanti bus.

Segerombolan orang orang itu di kelilingi oleh beberapa bapak ibu polisi dengan ramah menjaga ketertiban keamanan penumpang, maka tidak ada orang yang istilah serobot masuk tampa menunggu terlebih dahulu. Kita nunggu duapuluh menit akhirnya bisa masuk bus yang ketiga dan tidak ada bangku tersisa terpaksa deh harus berdiri, satu tangan memegang koper satu tangan megang ruksack dan mencoba senyaman mungkin di bus itu dan berharap semua baik baik saja. Perjalanan bus sedikit berliku liku dan lumayan kencang karena area perbukitan menuju Monte Carlo berbeda kalau kita naik kereta goyangannya tidak begitu kuat namun so far, saya lumayan enjoy tentunya sambil nempel disamping suami yang menahan beban saya kalau bus lagi nikung lol.

antre bus
antre bus menuju monaco city

Naik pesawat lebih cepat sampai tujuan tentunya tapi karena ingin singgah tiga-empat kota dan ngirit dana serta alasan lain, “try to save the world” mengurangi jadwal terbang karena polusi saya setuju saja cape ganti transportasi dan sedikit ribet. Sambil mandangin jam sekali kali toh tampa terasa tiba-tiba diturunkan di haltebus tebak what.. ya kita harus jalan kaki menuju hotel naik taxi terlalu dekat jalan kaki lumayan lah jaraknya, disambut oleh gerimis kecil saya senang sudah tiba di Monaco, akhirnya Tuhan tiba juga saya disini.. thank Lord. Gerimis itu tidak mengganggu perasaan hati saya setapak demi setapak nanjak menuju hotel sambil memperhatikan panorama cantik serta meliriki etalase dan jendela boutigue yang keren elegan berbaris mempercantik lokasi harbour dan city.

 

Masih dengan sedikit cape kita tiba dikamar segera beberes kemudian keluar kamar dan mencari halte bus hop on hop off, yang posisinya ada di sebelah kiri police station depan casino, saya suka banget naik bus ini banyak ngirit waktu dan kita bisa lihat cukup jelas apa yang ada sekitar kota seperti biasa dalam travel sasaran saya selain mencicipi masakan lokal juga mengunjungi museum dan memperhatikan gaya arsitek perumahan dan bangunan.
Monaco termasuk negara kerajaan besar dengan ukuran peta kurang dari (3km²)  segitu kecil nya dalam kurun satu jam kita sudah sampai di bushalte saat kita naik tadi, yaitu didepan casino. Tapi yang bikin suprise turis lokal France dan mancanegara banyak sekali dimana mana, mau mengunjungi casino not posible antre panjang dan pasti lama nunggu, akhirnya saya putuskan untuk cari makan dan masuk ke shopping centre dekat casino.
Menanti menu datang seketika suami menjelaskan bahwa besok sore kita sudah harus balik ke Nice ville, sambil bengong tak percaya menatap suami “Are you kidding.. why ?!” katanya di news menginformasikan bahwa buru kereta masih strike dan prosesnya tidak bisa dipredeksi kapan mereka berenti mogok!

Karena ini aksi mogot seluruh France suami tidak mau nanggung resiko stuck di Monaco berhari hari, sebab perjalanan pulang balik masih panjang dan harus transit dua kota namun karena personal kereta banyak yang ikut demo maka jurusan kereta langsung ke Nice Ville di belokan ke stasiun kota Lyon oleh sebab itu kita besok sore sudah harus berangkat naik kereta yang ada aja. Geregetan sekali dan kesel juga deh mau nyalahin siapa kalau bukan suami sendiri (ha haha..), padahal kita masih ada sisa tiga hari tapi  dengan adanya info buruh kereta mogok tsb. membuat saya akhirnya ngalah dan meng-ikuti kemau-an suami.

Pagi-pagi bangun mandi dan breakfast saya segera bertanya ke reception yang ramah kali menjelaskan bus direktion mana tujuan ke area palace, museum, etc. kita dapat pilihan bus No.1 atau dua tampa membuang waktu kita segera menuju arah yang diminati yaitu ingin melihat dari deket istana pangeran Albert dibesarkan. Lingkungan areal situ tentu exklusiv dan juga berdekatan sekali dengan gedung perlemen dan gedung penting lainya, bahkan disana pun di sediakan tempat untuk married bagi wisatawan yang ingin pernikahan nya disyahkan di Monte Carlo.

Pokok nya saya salut negara yang imut imut ini walau seujung jalan kelihatan kecil agak padat dan rumitnya rambu lalu-lintas tapi semua berjalan sebagaimana mestinya, apalagi ketika mobil-mobil luxus itu berseliweran maka suara bising nya pun tidak mengganggu orang malah menjadi object foto dan perhatian turis. Kagum pula dengan ukuran gedung, apartments, hotel dan segala dep.store semua cukup luas, bersih dan tertata baik.


Walhasil walau acara nginap dipersingkat dan kunjungan di Monte Carlo terbatas saya tetap menikmati suasana disana, saya pikir mungkin musim panas next bisa kemari lagi. View kota negara ini memang sangat special sekali dan cuma ada di Monaco, sayang nya saya belum ada kesempatan berkenalan dengan penduduk lokal disana atau paling tidak dapat berbicara sedikit dan penasaran ajah pingin tahu cara pandangan mereka tentang negara nya..
Sedangkan orang orang yang kita jumpai di hotel dan pertoko-an kebanyakan bukan penduduk lokal asli mereka pendatang yang menetap di Monaca untuk bekerja atau generasi kedua dari orang tua mereka.

jankemah-monacoharbour
saat meninggalkan monaco view harbour gerimis mendung

Kita di-ijinkan oleh pihak hotel untuk menggunakan kamar nya sampai siangan dan masih ada waktu untuk beli oleh-oleh dan sedikit keperluan untuk trip ke Lyon. Dengan berat hati saya pun harus meninggalkan negara imut ini setelah check out keluar pintu hotel menuju stasiun, bersyukur jadwal kereta tiba tepat waktu.

Semoga kisah kita ini bisa memberikan sedikit info bagi sahabat penulis dan pembaca yang mungkin lagi mau jalan-jalan ke Monaco. Ada yang mau ditanya, silakan komen di kolom komentar.

Tips.
1. Cari makanan untuk perjalanan di kereta di dalam mall suka ada supermarket, tersedia kemasan food ringan, salad, kue, salmon, daging sapi asap dll, termasuk minuman.  By the way air kran di hotel bisa diminum langsung tampa harus dimasak atau untuk bikin teh, kopi.

2. Bulan oktober cuaca disana memang masih hangat 18°-21° celsius, membawa jaket dan payung berguna sekali jika lagi hujan dan angin.

Salam Manis 🙂