Little Angel

Little Angel
(Bunda)

Bismillah,
Kenangan manis kami tak akan terlupakan dan masih sering terbayang.

kenangan manis yang selalu mengingatkan saya kepada bunda, sosok anggun berkepribadian tegar dan sangat dermawan ini dengan alasan yang cukup banyak saya sering terkenang dan merindukan kehadirannya. Hal yang membuat saya sangat kagum atas sikap mandiri bunda selain giat bekerja bundapun rajin ber-amal dan banyak silaturahmi dan menjaga penampilan yang baik.

Beliau seorang wanita yang sangat soleha, namanya dikenal masyarakat sekitar sebagai ibu hadja cantik yang dermawan selalu senang menolong tampa pamrih, bahkan kadang bunda tidak pemikirkan dirinya yang menurut saya kurang baik untuk kesehatan, sikapnya yang kalem, sabar dan berjiwa besar itu menjadi daya tarik orang orang disekelilingnya.

Kemandirian dan kesuksesan beliau yang akhirnya membuat orang berpikir bahwa beliau tidak punya masalah, wanita tangguh dan mudah melakukan apa saja yang diinginkan. Seolah olah dengan sekejap jentikan tangan semua akan terjadi seketika! Padahal tidak begitu ceritanya andai saja orang orang disekitar (termasuk saya) lebih peka dan lebih peduli padanya mungkin beliau masih ada diantara kita saat ini.

Saya pun masih kesal atas kurang kepekaan saya terhadap kesehatan bunda, seminggu sebelum saya terbang bunda mentraktir saya lunch dan makan duren, dalam perjalanan menuju toko swalayan beliau mengatakan “mendekati usia’70 kadang terasa lelah dan berat..,” Isyarat yang seharusnya saya tanggapi secara serius, namun saya hanya berucap menghiburnya; “bunda masih muda, Insha Allah sehat dan panjang umur.”

Satu minggu kemudian saya telefon bunda beliau minta di carikan dokter (OP), maka setelah bicara panjang lebar tentang kesehatan bunda saya memberikan beberapa alamat dan saya sarankan beliau harus segera mengambil tindakan, bunda meminta saya pulang menemaninya berobat, saya menyesal telah menjawab; “tidak mungkin dalam waktu dekat bisa pulkam”, lalu saya meyakinkan bunda akan baik baik saja dan akan banyak keluarga yang akan menjaga beliau selama perobatan, akhirnya bunda terdiam. Beberapa hari kemudian saya menanyakan kapan op, beliau jawab dokter ybs, sedang cuti op kan dilaksanakan bulan ketiga/keempat. Saya komentari lama sekali nunggunya! “jangan menahan-nahan sakit, kenapa tidak cari dokter yang lain?” Bunda menjawab menurut orang terdekat, dokter itu yang terbaik dibidangnya maka saya tidak bisa memaksa, saya beranggapan bunda masih tegar dan tidak begitu darurat karena masih dapat mengulur waktu perobatan, sayapun tidak membantah dan menjadi lalai.

Dalam kurun waktu tiga minggu itu kepala saya selalu berbisik untuk telefon bunda, tapi saya baikan, saya berpikir sabtu depan akan usahakan telfon, sabtu pagi seharusnya saya mengangkat gagang telefon dan bicara dengan bunda, tapi saya malah menggosok wastafel dan sambil memikirkan ulang perbincangan kami berdua tiga minggu lalu. Saya perkirakan setelah bersih bersih kamar mandi akan siap menghubungi bunda, akan tetapi Tuhan berkehendak lain, menjelang isya (wib), saya mendapatkan berita bahwa beliau telah berpulang ke rahmatullah.

“Inna Lillahi wa inna lilayhi raji un”, “we belong to Allah and to Him we shall return.”

Berita yang membuat kaget dan memusingkan kepala, sedih, kecewa dan serentak air mata berjatuhan, beribu tanya silih berganti memenuhi kepala ini, bagaimana mungkin, apa sebab beliau seketika meninggalkan kita, apakah beliau sakit, atau kena serangan jantung dan apa sebab, dst. Semua pertanyaan itu tidak terjawab saya hanya bisa berharap dan meyakinkan diri bahwa beliau dalam keadaan bahagia ketika menghembuskan napas yang terakhir. Sayapun tidak bisa pulang terbang seketika untuk melihat jasadnya dengan masih terbayang bayang omongan bunda dan hanya bisa memanjatkan Doa, baru esoknya saya dapatkan foto tempat peristirahatan bunda terakhir di dunia, maka tak ada lain saya harus merelakan kepergian beliau yang tiba tiba.

Selamat jalan bunda tercinta, maafkan saya yang pernah mengecewakan mu dan kurang peka dikalah bunda membutuhkan perhatian kita, maafkan jika ada salah sikap dan ucap, semoga Allah menerima amal Ibadah bunda tercinta dan memberikan tempat yang terbaik di sisihNya.

“Ya’ Allah Ya?Robbi, Terimalah amal-ibadah nya, ampunkan kesalahannya, Lapangkan kuburnya dan berikan bunda tempat terindah di sisih Mu. Aamiin Yra”.

Mata ini masih suka berkaca-kaca apabila mengingat senyum diwajahnya serta kata-kata beliau saat kita berjumpa, ingin rasanya memutar jam ini dan kembali pada saat itu dan menemani bunda mengajak berobat segera. Masih banyak yang ingin saya lakukan bersama bunda, rindu makan bubur ayam bersama, rindu dengar cerita semangat bisnisnya dan canda tentang kehidupan, rindu mendengarkan nasehat bunda yang tegas dan nyata. Andaikan saya tahu, saya tidak akan menolak ajakannya untuk berlibur bersama, andai saya tahu saya akan segera terbang menemaninya. Menangis tiada arti karena tidak akan mengembalikan bunda kepada kita. Saya hanya tidak mengerti kenapa bunda pergi begitu tiba-tiba; tiada keluh, tiada tanda, beliau pergi untuk selamanya dan membawa semua duka-lara yang sekian tahun mengikis hatinya tampa mau membebani siapa pun.

Bunda kau memang wanita luar biasa, berjiwa mulia dan meskipun dalam kesakitanmu kau tak pernah merengek dan memohon ibah, kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan hingga membuat diri mu lupa bahwa bunda juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang, kasih sayang dari kita sebagai keluarga dan saudara.

“Selamat jalan bunda tercinta berbahagia-lah engkau di Surga dan kembali ceria bersama keluarga yang telah mendahului kita.”

Kita punya rencana dan Allah Swt punya kehendak.
AL-Fatihah.

Note.
Cerita ini saya tulis untuk mengenang Almarhuma sebagai sosok figur yang saya kagumi dan mengingatkan saya untuk lebih peka lagi terhadap orang yang kita cintai terutama di pihak orang yang lebih tua dan sakit.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s