Pengalaman di kota Chur-Graubunden

Pengalaman di kota Chur-Graubunden

Chur adalah nama pusat kota di wilayah Graubunden areal pergunungan dan terletak di bagian selatan Swiss.

Pengalaman pada hari senin lalu tampa sengaja kita terdampar di kota Chur seharusnya perjalanan berlanjut dari stasiun Chur ke stasiun Samedan – St.Moritz tapi untuk menghindari salju longsor maka rute kereta menuju pergunungan Engadin di tutup seharian. Ya apa boleh buat maju tidak bisa mundur tidak mau sebab balik pulang dan besoknya lanjut lagi ke Engadin akan butuh empat jam setengah dan harus beli tiket lagi, saya pikir daripada bulak balik maka kita putuskan untuk nginap di kota Chur.

Kebiasaan booking hotel melalui travel agency maka kita juga harus menghubungi dan menjelaskan pihak travel dengan kendala ini dan berharap ada kemakluman serta dapat mengubah tanggal arrival dan departure kita sekeluarga di hotel B. Alhasil pembicaraan laporan ke pihak travel dari satu personal ke personal lain butuh lima jam dan tidak bawa hasil mereka bersikeras travel tidak dapat mengubah tanggal.

Iihh bikin gemes soalnya kita sudah bayar lunas untuk empat hari jadi tidak bisa di ubah sendiri! Sudah jelas sekali hari itu jadwal kereta menuju pergunungan Engadin di tutup tapi pihak agency tidak peduli mereka berharap malamnya kita masih bisa melanjutkan perjalanan. Oleh sebab itu kita tidak bisa berbuat apa apa selain mengharap ada kabar gembira sedangkan hari mulai gelap dan restoran tempat kita nunggu sudah mau tutup dan saya tidak ingin kita malam kedinginan dengan cuaca winter yang semakin drop.

Pukul enam malam sebagai alternatif maka kita telfon pihak hotel B di kota tujuan nah siapa kira justru personal di pihak hotel sangat fleksibel dan manager hotel mengerti tentang keadaan darurat tsb. dan bersedia mengubah jadwal tanggal check in – check out kita. Duh senangnya walau sedikit ada perubahan terima kasih ya Tuhan toh liburan pendek ini masih bisa dilaksanakan. Memang dalam menghadapi hal hal seperti ini harus banyak sabar dan tetap tenang dan jangan menyerah mencari solusinya.

Step berikut kita perlu melaporkan ke pihak asuransi dan alhamdulilah komunikasi dengan pihak asuransi juga mudah hanya harga per-night tidak boleh lebih dari $500. itu aja jawab pihak asuransi. Wah.. puji Allah SWT kita sudah bersyukur sudah di gantikan dan tidak perlu harga mahal kan cuma buat bobo beberapa jam.

Nah ceritanya waktu itu belum selesai saat kita meng-kontak pihak travel lagi dan coba memberi penjelasan bahwa manager hotel tidak keberatan mengubah jadwal tanggal check in dan check out kita. Tapi toh pihak agency masih ngeyel dan mengulang-ulang kata yang sama data arrival-departure tidak bisa di rubah!

“Maaf mas om ibu dan tante…”  “Wajibnya tuh Anda sendiri yang kontak bicara sama pihak hotel dan seharusnya Anda berterima kasih karena kita sudah menyelesaikan persoalan itu (kata saya kesel sendiri ketika mendengar jawaban orang itu dari gagang telefon). Kenapa agency masih berusaha berdebat ya, menurut saya kan tidak ada yang di rugikan lain hal jika pihak travel punya strategi marketing lain yang saya tidak paham. Akhir kata sebelum telefon di tutup kita suruh aja deh orang itu untuk kontak pihak hotel.

Sambil menarik koper di atas tumpukan salju yang mulai tebal dengan bantuan google maps kita dapat hotel transit yang dekat di pusat kota, hotel kecil dengan gaya kuno dan harga ekonomis, kamarnya luas, bersih dan nyaman dan saya tidur cukup nyenyak malam itu kemudian paginya sesudah breakfast kita siap berangkat untuk winter sport ke Samedan – St Moritz.

Rupanya bukan kita saja yang terdampar di kota Chur hari itu, saya dengar dari pembicaraan di cafe ada beberapa turis Germany, England dan Los angles yang juga berjam jam menungu kereta dan apakah mereka mempunyai solusi yang sama dengan kita? we never knows.., so andaikan pihak hotel waktu itu tidak dapat memberikan compromise apa sajakah yang di rugikan kita sebagai pelancong yaitu: harga kamar satu malam di kota tujuan, harga kereta pp dan food + time.

Photo arsitektur pusat kota Chur


Nunggu ngopi dan makan di cafe maron selain service ramah enak enak makanan dan dessertnya.

Note.

Kunjungan di kota Chur walau singkat tapi cukup menarik kota pergunungan yang cukup padat dan uniknya perumahan dempet jaman dulu yang tetap masih di lestarikan sedangkan pertokoan, perpustakaan, kantor pos, banken dan perkantoran terletak di areal yang datar serta trategis, selain ada transportasi bus saya lihat tidak biasanya cukup banyak taxi yang mangkal di stasiun (yang menandakan bahwa kota ini banyak di kunjungi pendatang). Bisa saya bayangkan pegi pegi kemari di bulan summer pasti lebih atraktif dan indah dan meyelusuri kotanya lebih nyantai di banding musim salju.

Jika Anda berlibur menggunakan jasa agency memang harga akan lebih murah tapi kadang jika ada kendala yang menghambat kadang masih ada pihak travel agency yang kurang profesional dan tidak ingin tahu dalam mengatasi persoalan klien.

Tinggalkan Balasan