Kisah Roti Buaya Imut

Kisah Roti Buaya Imut

Sudah lama saya melupakan dan kurang memahami budaya Betawi padahal di keluarga saya masih banyak yang turunan suku Betawi asli.

coretangadogado-rotibuaya
kisah roti buaya – coretan gadoGado

Pagi ini akhirnya saya jadi juga nih mencoba bikin roti buaya.
kenapa saya jadi tertarik thema roti buaya? Begini ceritanya.. sejak beberapa bulan lalu salah satu teman di group nyeletuk bahwa sekarang lagi musim roti buaya. Nah saya yang memang orang rantau, kadang agak lemot alias ketinggalan cerita dengan thema yang lagi up-todate di Indonesia. Khususnya wilayah ibu kota Jakarta.
Saya menanggapi celotehan teman tsb dengan serius.  «Oh baru musim lagi ya bang» Begitulah bahasa kami di dalam group selalu di mulai dengan kata panggilan kakak, adik, mba / mas dst. Terngantung lawan yang sedang mengajak bicara.

Lalu ada yang nyeletuk lagi.  « Di sini lagi musim kawin sist.., soalnya roti buaya lagi BOOM !¨¨».  jelas seorang teman yang lebih muda.
«Aha.. », saya baru nyadar kalau saya lagi di ledek, lalu balik meledek.
« bang Indra.. lg pingin kawin ya». Canda saya ke pembuka thema roti buaya tadi.
Bang Indra balik menjawab. «  iya sist », « tapi gak ada yang mau di lamar..»  lanjutnya ceplas-ceplos. Saya jawab kasih icon ketawa ngakak. Memang begitulah bang Indra ceplas-ceplos nya ada kata jujur dan guyon. Seingat saya di group bang Indra jarang komentar tapi jika komen pun jarang serius, pasti ujung ujungnya ngelawak.

Kemudian berlanjutlah lelucon dan percakapan santai lainnya bermunculan yang menyangkut thema kawin, oleh teman teman se-group. Sampai akhirnya ada yang memulai thema baru.

———–  ende ————-

Pagi ini teman di group membicarakan atletik pejuang pejuang yang meraih juara piala emas di Asian games yang masih berlangsung secara live di Jakarta. kebetulan saya lagi memegang hp, dan ikut memberi komentar hebat dan mantapp Indonesia.

Suatu saat muncul bang Indra dengan text berbunyi:
Intermezzo dikit temans, antara Holland dan Swiss itu ada perbedaan dan persamaan. Perbedaannya adalah: Holland ada laut sedangkan Swiss tidak ada laut.
Dan persamaannya adalah: sama sama jual roti isi sosis…

Spontan saya jadi ketawa sendiri dan nyeletuk. »Ada yang kangen roti yee..?»  saya kasih icon yengir lalu kabur. Dan pada saat itu pun saya pamit dan meletakan hp di meja karena sudah menjelang waktu masak dinner.
Ketika esok paginya saat ngopi, saya melihat di group sudah masuk komen komen yang lain dan thema yang beda.
Saya baca ternyata bang Indra menjawab pertanyaan saya dengan logat Betawi nya.
« iye… tp ame roti buaya…., kpn ye??  sambil mengeluarkan icon meledek.
Di bawahnya saya baca yang lain pun ikut kasih komentar tentang di bukanya cabang roti yang lagi Trend di Jakarta, serta komentar ini dan itu dsb.

So karena thema yang lain sudah di komentari dan selesai di bahas maka saya balik melanjutkan thema roti buaya. Dengan lugu saya bertanya. « bang Indra roti buaya Betawi jaman now, apa masih ada yang jual ? (….) sepi..,  mungkin saat itu yang di tanya lagi offline.

Akhirnya yang jawab mas Yas mewakili.. “mba Jan, setau saya roti buaya itu special order..”, ” gak ready stock..”  dengan icon nyengir di keluarkan.

Berlanjutlah celetukan lain dari sist Lola dengan logat betawi pula.  « bang Indra maw nikah ye !”.  Entah apa lagi percakapan yang berlanjut.. tapi dengan adanya komen dari sist Lola, akhirnya saya baru ingat bahwa roti buaya itu adalah roti musiman yang memang di order di saat nikahan penganten ala Betawi.

Katanye…

Yang menurut adat orang Betawi bahwa buaya itu merupakan lambang kesetiaan, yang menurut para pengamat binatang buaya itu merrid hanya satu kali dengan pasangannya dan tidak kawin lagi ketika pasangannya pergi. Seperti itulah kurang lebih kronologis nya kenapa di saat pernikahan keluarga Betawi itu penting harus ada roti buaya di samping tempat duduk penganti perempuan di saat pesta sebagai simbol kesetiaan agar rumah tangga langgeng dan pasangan setia.

Thema roti buaya kemarin ini telah mengingatkan saya kembali, niatan saya enam bulan yang lalu untuk buat roti buaya. So saya pamit dengan teman di group kemudian menyiapkan perlengkapan dan bahan yang menurut saya sama persis dengan resep dasar yang saya miliki.

Nah, tiga jam kemudian jadi deh roti buaya ini yang siap di bawa ngantor besok untuk peneman kopi.

Bagi sahabat yang suka juga dengan roti buaya, bald menyusul akan saya upload. Resep mudah dan lumayan cantiqqq. Resep Roti Buaya Cantiggg

 

Note.  Nama pelakon di group nama samaran.

2 thoughts on “Kisah Roti Buaya Imut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s